Strict Standards: gmmktime(): You should be using the time() function instead in /home/jurnalis/public_html/includes/dates.inc.php on line 5

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/jurnalis/public_html/includes/dates.inc.php:5) in /home/jurnalis/public_html/includes/checklogin.inc.php on line 76

Warning: Variable passed to each() is not an array or object in /home/jurnalis/public_html/index.php on line 23

Warning: Variable passed to each() is not an array or object in /home/jurnalis/public_html/index.php on line 28
CDM Terancam, Sri Mulyani Buru-Buru ke Durban - Society of Indonesian Environmental Journalist : SIEJ
 Society of Indonesian Environmental Journalist : SIEJ : Logo
Society of Indonesian Environmental Journalist : SIEJ : Title
 
 
Articles

CDM Terancam, Sri Mulyani Buru-Buru ke Durban
Posted - Jumat, 02 Desember 2011 02:13 am oleh : Veby Mega Indah
thumbnail

Berpangkat sebagai Direktur Pelaksana Grup Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati yang mantan Menteri Keuangan Indonesia, bakal nongol di pertemuan perubahan iklim dunia COP 17 UNFCCC di Durban, Afrika Selatan selama 2 hari. Di sana, Sri Mulyani akan semakin menegaskan minat Bank Dunia berkecimpung dalam investasi teknologi terbarukan, yang dalam Protokol Kyoto masuk grup CDM alias teknologi rendah karbon.


Durban-Sri Mulyani akan hadir dari 6-8 Desember 2011, sebagai ketua Delegasi Grup Bank Dunia, bersama-sama Wakil Presiden Pembangunan Berkelanjutan Rachel Kyte, Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim Andrew Steer dan Wakil Presiden International Finance Corporation, Rashad Kaldany.


Selama di Durban, ibu mantan menkeu ini akan menjelaskan apa-apa saja pelajaran yang diperoleh Bank dunia dari pelaksanaan aksi pencegahaan perubahan iklim selama ini. Selain itu, Mulyani juga sibuk. Dia akan bertemu dengan para pemimpin delegasi-delegasi dalam pertemuan bilateral untuk membahas berbagai target energi terbarukan yang diajukan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon, membahas isu teknologi agrikultur dengan mantan sekjen PBB Kofi Annan, menandatangani perjanjian keuangan baru dengan Program Solar Maroko dan menegaskan komitmen Bank Dunia untuk aksi perubahan iklim.


“Perubahan iklim mengancam banyak pertumbuhan pembangan selama 20 tahun terakhir ini dan taruhannya besar. Durban perlu bergerak menuju perjanjian perubahan iklim yang membantu dunia semakin menuju perjanjian yang pro kemiskinan dan bagus untuk pertumbuhan,” kata Sri dalam keterangan pers Bank Dunia.


Bank Dunia sekarang sudah ikut campur dalam pembiayaan aksi perubahan iklim di 130 negara termasuk Indonesia. Isu ini semakin genting, setelah Uni Eropa ngambek mengancam angkat kaki dari UNFCCC jika program teknologi rendah karbon alias CDM benar-benar dihilangkan dari Protokol Kyoto sesi kedua.


**



Related Article :
 

have 0 comments Leave comment here

 
More
Articles
  • Sorry, articles still empty...

  • Sorry, articles still empty...