Society of Indonesian Environmental Journalist : SIEJ : Logo
Society of Indonesian Environmental Journalist : SIEJ : Title
 
 
Articles

Video Kelahiran Badak Sumatera Bersejarah: Andatu
Posted - Jumat, 29 Juni 2012 2:33 pm oleh : adi
thumbnail
SIEJ-Lampung. Kelahiran badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) yang pertama sejak upaya breeding conservation dilaksanakan di Asia pada 124 tahun silam. Kini dapat dilihat oleh dunia melalui video.

SIEJ-Lampung. Kelahiran badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) yang pertama sejak upaya breeding conservation dilaksanakan di Asia pada 124 tahun silam. Kini dapat dilihat oleh dunia melalui video.

Andatu, bayi badak Sumatera berjenis kelamin jantan yang kini dikenal dengan namanya itu lahir di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK), Lampung Timur pada Sabtu lalu (23/6) pukul 00.45 WIB. Proses kelahirannya telah di upload di situs you tube oleh International Rhino Foundation.

Dalam proses kelahiran Andatu, International Rhino Foundation (IRF) menyediakan sistem televisi sirkuit tertutup untuk memungkinkan pemantauan terus menerus dalam proses kelahiran, menempatkan empat kamera bergerak di sekitar daerah kelahiran, serta kamera genggam.

Video pertama berdurasi 3 menit 58 detik memperlihatkan proses kelahiran Andatu ke dunia. Terlihat dalam rekaman, sesaat setelah melahirkan Andatu sudah mencoba berdiri. Direktur Eksekutif IRF, dr Susie Ellis, mengatakan pada situs rhino conservation bahwa si kecil Andatu benar-benar menggemaskan dan tidak satupun dari mereka yang menyaksikan mampu berhenti tersenyum ketika Andatu lahir dalam keadaan hidup dan sehat.

Selain proses kelahiran, IRF juga mengupload aktivitas Andatu pasca kelahirannya, baik saat belajar berdiri, menyusui, istirahat, berjalan, maupun aktivitas bersama induknya, Ratu. Dan dalam salah satu video (video kedua), nampak Andatu dapat mencari minum sendiri.
Menurut dr Dedi Chandra sekaligus Koordinator SRS TNWK dalam melalui media cetak, Andatu sepanjang hari selalu mendekat dengan induknya. Andatu dapat menyusui 10 liter per hari. Ia juga mengungkapkan, kondisi kesehatannya cenderung menunjukkan progres yang signifikan. Ia juga memperkirakan, Andatu memiliki bobot sekitar 30 kilogram.

Saat ini (29/06), Andatu dan induknya dalam masa sterilisasi. Kunjungan ke kawasan SRS maupun Way Kanan dilarang ketat. "Kami hanya menerima instruksi dari atasan, saat ini tidak boleh ada kunjungan ke TNWK kecuali ke Pusat Konservasi Gajah", ungkap Slamet, Staff TNWK yang berjaga di plang hijau, gerbang masuk TNWK.

Sterilisasi ini diperkirakan hingga satu minggu mendatang.
Tim dokter SRS TNWK mensterilisasi bayi dan induknya tersebut sejak Rabu lalu (27/06). Tim dokter terus memantau ibu dan bayi badak itu selama 24 jam nonstop. Hal ini dilakukan untuk menghindari tingkat stress yang dapat terjadi. "Buruknya yang ditakuti, jika induknya stress, tidak akan mau mendekati anaknya. itu yang umumnya terjadi pada binatang", kata Rosdi Hartono, Koordinator Lapangan Rhino Protection Unit (RPU). Cita Ariani/SIEJ

Video pertama: http://youtu.be/rilTr1YJs6k
Video kedua =http://youtu.be/rilTr1YJs6k

     

    have 0 comments Leave comment here

     
    More
    Articles
    • Sorry, articles still empty...

    • Sorry, articles still empty...