Mayoritas danau alami adalah air tawar, sebagian besar terdapat dekat dengan kutub utara. Sekitar 60 persen danau dunia terdapat di Kanada, penyebabnya adalah sistem drainase yang secara alami dibentuk oleh patahan geologi. Finlandia dikenal dengan sebutan negeri seribu danau, memiliki 187.888 danau dan 60.000 diantaranya tergolong danau besar.
Fungsi ekologi danau tidak bisa dipisahkan dari penyangga cadangan air tawar, habitat berbagai mahluk hidup hingga menetralisir cuaca panas. Namun keberadaan danau tidak begitu stabil mengingat potensi hilang begitu besar.
Banyak diantaranya yang hilang perlahan seperti tertutup oleh gulma yang lambat laun menjadi daratan atau lahan basah. Umum terjadi pada danau yang dangkal. Beberapa danau dapat hilang musiman, biasanya berada di lahan karst. Pada musim panas, air cepat sekali menguap sehingga danau menjadi tanah kering. Biasanya terjadi di negara empat musim. Tabungan air dari musim gugur, dingin dan semi tidak dapat bertahan di musim panas.
Adakalanya danau menghilang dalam sekejap mata. Misalnya, Danau Beloye di Rusia, pada 3 Juni 2005 hilang dalam hitungan menit. Secara teori fenomena aneh itu disebabkan oleh pergerakan tanah dibawah permukaan danau yang menelan semua air danau, lalu dialirkan oleh badan air bawah tanah ke Sungai Oka. Dalam beberapa menit danau itu berubah menjadi daratan biasa.
Keberadaan permafrost atau tanah lapisan dalam yang suhunya dibawah titik beku air turut berperan menghilangkan danau. Permafrost seringkali menjadi lapisan aktif di musim panas karena suhu udara dan tanah meningkat. Kejadian ini menyebakan ratusan danau Arctic dibagian barat Siberia menyusut atau hilang sama sekali.
Diantara semua penyebab alami, yang paling potensial menghilangkan danau adalah aktifitas manusia. (Entin Supriati, berbagai sumber).
Istilah daya dukung lingkungan bagi spesies biologi adalah ukuran populasi yang dapat hidup sejahtera dengan ketersediaan makanan, habitat, air dan keperluan lainnya. Bagi manusia variabelnya lebih komplek, termasuk diantaranya sanitasi dan perawatan kesehatan.
Ketika populasi bertambah biasanya angka kelahiran menurun disertai dengan kenaikan jumlah kematian. Perbedaan antara tingkat kelahiran dan kematian dikatakan sebagai peningkatan alami. Daya dukung lingkungan dapat bersifat positif ataupun negatif. Daya dukung lingkungan berarti pula individu dalam lingkungan dapat hidup tanpa menimbulkan dampak negatif.
Jika kondisi berada dibawah daya dukung biasanya populasi meningkat sementara bila diatas daya dukung umumnya populasi menurun. Faktor yang menjaga ukuran populasi tetap sesuai, dikenal dengan faktor pengatur. Daya dukung lingkungan bervariasi untuk setiap spesies tergantung banyak faktor seperti ketersediaan makanan, suplai air, kondisi lingkungan dan ruang gerak.
Istilah daya dukung mulanya digunakan dalam konteks pelayaran internasional. Sementara dalam eksperimen laboratorium dengan menggunakan mikroorganisme mulai dipakai pada abad ke-19. Penggunaan istilah ini sempat ditinjau oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan dibawa ke Senat tahun 1845.
Sangat mungkin bagi spesies untuk menambah daya dukung sementara waktu. Populasi kemudian hancur dan itu merupakan bagian dari seleksi alam. Dari beberapa faktor penyebab, biasanya ada satu yang dominan. Fluktuasi populasi dapat terus berlangsung sampai akhirnya mencapai titik jenuh.
Jenis fluktuasi tersebut merupakan kejutan bagi ekosistem karena peningkatan atau penurunan yang drastis berpengaruh terhadap spesies lain. Seringkali ditakutkan muncul efek domino, yang menyebabkan spesies lain kolaps bahkan seluruh ekosistem. (Entin Supriati, berbagai sumber).
Ini adalah proses menjadikan tumbuhan dan binatang liar menjadi bagian hidup manusia. Pertumbuhan populasinya dikendalikan untuk mendukung manusia sehingga dapat disebut sebagai seleksi buatan. Meskipun lebih banyak spesies tumbuhan yang dijadikan bahan makanan namun tidak semua tempat bisa digunakan sebagai ladang menumbuhkan tanaman tersebut. Berbeda dengan hewan domestik yang bisa tumbuh dan berkembang biak hampir di semua tempat.
Tumbuhan dan binatang didomestikasikan berdasarkan keperluan. Misalnya sebagai makanan atau komoditi berharga, mendukung pekerjaan bahkan sebagai binatang yang menemani atau tanaman ornamen.
Hanya sekitar 50 spesies binatang yang didomestikasikan dan hanya 10 yang tergolong penting. Ayam adalah hewan hasil domestikasi yang paling populer. Jumlahnya diprediksi tidak akan kurang dari tiga miliar ekor. Tempat kedua diduduki oleh domba yang jumlahnya sekitar satu miliar. Selanjutnya adalah hewan ternak seperti kambing, babi dan kerbau air.
Domba adalah hewan ruminan (pemakan tumbuhan) yang pertama kali didomestikan oleh manusia karena kemampuannya menyediakan bahan wol dan daging sumber protein. Hewan ini dapat hidup hampir di semua tempat dengan kondisi suhu yang berlainan. Di beberapa wilayah peternakan, kambing lebih populer karena dapat memakan tumbuhan semak yang tidak dimakan oleh domba.
Sejarah domestikasi tumbuhan dimulai dari Asia pada jaman Neolothic, menanam tumbuhan sereal. Tren ini kemudian menyebar ke belahan bumi yang lain dan jenis tumbuhan yang ditanam umumnya mempunyai biji lebih besar dan buah-buahan.
Domestikasi tumbuhan lebih banyak melalui proses ujicoba. Bahkan seringkali pertumbuhan setiap spesies diluar perkiraan atau tahapan seperti yang dilalui oleh tanaman sejenis. Perbedaan ini dinamakan sindroma domestikasi. Penyebabnya antara lain adalah daya tumbuh yang berbeda, ukuran organ reproduksi, kebiasaan biji untuk tetap berada dalam buah, daya tahan terhadap kondisi lingkungan dan alokasi bioma. (Entin Supriati, berbagai sumber).
Sorry, articles still empty...
Sorry, articles still empty...


