Society of Indonesian Environmental Journalist : SIEJ : Logo
Society of Indonesian Environmental Journalist : SIEJ : Title
 
 
Issues

 
 
1. Jalur Hijau Dinikmati Namun Sarat Kritik

 

Pada era modern kebijakan jalur hijau atau green belt dipelopori oleh Inggris tahun 1930, setelah mendapat tekanan dari pecinta lingkungan yang meluncurkan gerakan taman kota didukung oleh kalangan akademis. Saat ini di negara tersebut terdapat 14 jalur hijau seluas 16.716 kilometer persegi atau 13 persen dari total luas wilayah. Jalur hijau terkenal lainnya adalah Ottawa Greenbelt seluas 20.350 hektar. Sementara di negara lain, istilahnya berbeda dan tidak terlalu luas, lebih dikenal dengan sebutan taman.

 

Konsep jalur hijau terkini tidak hanya ruang terbuka (greenspace) namun greenstructure, konsep pembangunan berkelanjutan abad 21. Komisi Eropa bahkan mempunyai konsep perencanaan yang melibatkan 15 negara anggota.

 

Pengertian jalur hijau, yakni area di tengah kota yang tidak boleh dibangun gedung bukan tidak memunculkan kritik. Bahkan disebut-sebut sebagai bentuk mempertahankan status quo kaum borjuis yang sudah menetap di wilayah tersebut. Para pemilik gedung menikmati keuntungan ekonomi yang tinggi karena hunian yang serba eklusif dengan jumlah terbatas itu harganya terus meroket.

 

Kritik lain menyebutkan, jalur hijau yang luas di tengah kota justru mendorong pemukiman melebar ke pinggiran. Seperti yang terjadi di Ottawa, wilayah pinggiran tidak siap menampung penduduk kota yang memerlukan transportasi efisien. Di Inggris, mempertahankan jalur hijau menjadi sasaran kritik atas kualitas, suplai dan harga rumah baru. Bahkan produsen alat rumah  tangga, pajak, ongkos taksi, ketergantungan terhadap mobil pribadi turut menuding jalur hijau sebagai penyebabnya.

 

Terlepas dari suara pengkritik, keuntungan jalur hijau tidak dapat dipungkiri. Selain menjadi fasilitas publik untuk jalan-jalan, kemping, bersepeda juga merupakan habitat untuk tumbuhan, hewan bahkan satwa liar. Air dan udara lebih bersih walaupun disebut-sebut hanya dinikmati oleh para borjuis yang mampu menetap di sekitar jalur hijau. (Entin Supriati, berbagai sumber).



  • Sorry, articles still empty...

  • Sorry, articles still empty...