Warning: session_start(): open(/tmp/sess_0ee5a3926f10b0078334454abfe784d2, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/jurnalis/public_html/includes/config.inc.php on line 35

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/jurnalis/public_html/includes/config.inc.php:35) in /home/jurnalis/public_html/includes/config.inc.php on line 35

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/jurnalis/public_html/includes/config.inc.php:35) in /home/jurnalis/public_html/includes/config.inc.php on line 35

Strict Standards: gmmktime(): You should be using the time() function instead in /home/jurnalis/public_html/includes/dates.inc.php on line 5

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/jurnalis/public_html/includes/config.inc.php:35) in /home/jurnalis/public_html/includes/checklogin.inc.php on line 76

Warning: Variable passed to each() is not an array or object in /home/jurnalis/public_html/index.php on line 23

Warning: Variable passed to each() is not an array or object in /home/jurnalis/public_html/index.php on line 28
Society of Indonesian Environmental Journalist : SIEJ
 Society of Indonesian Environmental Journalist : SIEJ : Logo
Society of Indonesian Environmental Journalist : SIEJ : Title
 
 
Issues

 
 
1. Sampah Dipilah, Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

 

Sampah padat memproduksi emisi gas rumah kaca dengan berbagai cara. Pertama, dekomposisi anaerobik sampah yang ada di penampungan akhir menghasilkan metan, gas yang rumah kaca yang potensi bahayanya 21 kali lipat dari karbondioksida.

 

Kedua, pembakaran sampah menghasilkan gas karbon. Selain itu, proses membawa sampah hingga ke penampungan akhir pun tidak lepas dari produksi emisi gas rumah kaca, yakni dari bahan bakar yang digunakan kendaraan pengangkut. Ketiga, bahwa setiap sampah suatu produk berarti menghasilkan turunan sampah berikutnya. Yakni  barang baru yang diproduksi dengan menggunakan bahan bakar fosil.

 

Cara terbaik mengurangi emisi gs rumah kaca adalah dengan mengurangi pemakaian produk yang tidak begitu bermanfaat. Selanjutnya adalah proses daur ulang. Seperti dikutip dari situs lembaga lingkungan Amerika Serikat www.epa.gov, ada beberapa langkah konkrit yang dapat dilakukan. Yakni, mengurangi emisi gas metan dari tempat pembuangan sampah akhir dengan cara memilah sampah organik dan non organik. Selanjutnya, mengurangi emisi gas dari proses pembakaran sampah dengan cara memilah sampah yang bisa dibakar dan tidak. Karena membakar sampah yang tidak bisa dibakar menghasilkan emisi karbon lebih banyak.

 

Pengurangan emisi selanjutnya dari penghematan energi. Produk yang dihasilkan dengan cara daur ulang memerlukan energi lebih sedikit dibanding produk dari bahan bahan mentah. Demikian pula dengan pola hidup yang menggunakan produk berulang pakai. Jauh lebih hemat energi, perlu sedikit material, transfortasi, proses manufaktur dibanding dengan produk sekali pakai. (entin supriati).

 



 
2. Suhu Lautan Meningkat, Bakteri Patogen Kuasai Terumbu Karang

 

Suhu air laut yang meningkat memicu terumbu karang rapuh dan bakteri yang hidup didalamnya mempersilahkan patogen untuk berkembang biak. Akibat kenaikan suhu, kerusakan terumbu karang merata di laut Karibia, samudra India dan Great Barrier Reef di Australia.

 

Sebuah tim penelitian dari Cornell University, yang diawali oleh mahasiswa tingkat  sarjana memaparkan sebuah model matematika untuk menjelaskan bagaimana komunitas mikroba normal yang hidup dan melindungi permukaan terumbu karang dari penyakit, kalah oleh bakteri patogen yang kemudian mengambil alih posisi. Suhu yang tidak nyaman ternyata menyebabkan bakteri pelindung kemudian beralih fungsi menjadi sumber penyakit.

 

Model tersebut juga menemukan pola yang lain. Yakni, sekali patogen menguasai terumbu karang, akan tetap berada disana sekalipun suhu air laut menurun ke situasi normal. Terumbu karang sudah terlalu sakit untuk bertahan dan kemudian mati serta menyebarkan penyakit ke habitat yang sehat.

 

Mengupayakan laut agar stabli berarti menghentikan pemanasan global, sesuatu yang tidak mungkin untuk waktu yang singkat. Satu-satunya yang bisa dilakukan saat ini adalah menjaga kualitas lautan khususnya yang menjadi habitat terumbu karang agar tetap bersih sehingga bakteri patogen sulit berkembang biak. (Entin Supriati)

 



  • Sorry, articles still empty...

  • Sorry, articles still empty...


Warning: Unknown: open(/tmp/sess_0ee5a3926f10b0078334454abfe784d2, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0