Jurnal: Klasifikasi Betacoronavirus dan Identifikasi Pengobatan Tradisional China Sebagai Potensi Awal Mula Virus

July 12, 2020
Freepik

Kelelawar yang dianggap sebagai pembawa virus SASR-CoV-2 masih menjadi perhatian serius para peneliti. Jurnal Society for Applied Microbiology (SFAM) merilis hasil penelitian tentang urutan genom kelelawar dan kaitannya dengan obat tradisonal di China pada Februari 2020. Riset tersebut dilakukan oleh T.M Wassenar seorang peneliti molekul microbiologi dan konsultan genomi dari Jerman dan Y. Zou peneliti dari Wuhan, China.

Riset tersebut mengidentifikasi struktur genom virus corona dalam kelelawar yang dikonsumsi oleh masyarakat China untuk pengobatan. Dari seluruh daftar spesies kelelawar yang digunakan untuk pengobatan TCM, lima di antaranya ditemukan membawa virus corona, seperti Pipistrellus abramus, Murina leucogaster, Rhinolophus ferrum equinum, Scotophilus kuhlii dan Scotomanes ornatus. Dari spesies kelelawar tersebut, tiga ditemukan di provinsi Hubei.

 

Metode penelitian yang dilakukan yakni dengan membagi virus korona ke dalam tiga macam; Alphacoronavirus, Betacoronavirus dan Gammacoronavirus. SARS, MERS dan 2019_nCoV adalah anggota dari Virus Baconaona yang terbagi menjadi Embecovirus, Hibecovirus, Merbecovirus, Nobecovirus dan Sarbecovirus. Semua coronavirus memiliki genom yang terdiri dari molekul RNA yang positif yang terselimuti protein.

 

Pengkodean genom dilakukan pada empat virus yang mewakili tiga bagian, mencakup; MERS-CoV untuk Molecovirus, human coronavirus OC43 untuk Embecovirusand SARS-CoV dan 2019_nCoV untuk Sarbecovirus. Dalam kasus virus corona diperoleh  31 keseluruhan genom yang mencakup semua subspesies Virus Bacacorona.

 

Meskipun belum menguatkan bukti bahwa SARS-NCoV-2 berkembang biak pada kelelawar, akan tetapi belum diketahui spesies kelelawar apa yang menjadi penyebab utama virus corona menyebar ke dunia hingga saat ini.  Keberagaman genom pada kelelawar ini yang menyulitkan pada ilmuan menemukan kelelawar mana yang menjadi induk penyebaran virus yang mewabah saat ini.

 

Para peneliti juga menjelaskan bahwa perdagangan dan penanganan kelelawar untuk praktik pengobatan tradisional tidak akan menghilangkan virus corona. Bahkan di masa yang akan datang hal tersebut akan menimbulkan risiko serius bagi epidemi zoonosis virus coronavirus.

 

Berikut Jurnal Lengkap yang dapat diunduh*

Add Your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your Name *

Your Mail *

Your Comment*